Mayoritas masyarakat meyakini bahwa potensi kanker sebagai penyakit degeneratif yang berpotensi fatal cenderung menyasar orang dewasa dan lanjut usia. Namun, ternyata anak-anak juga bisa terkena penyakit tersebut. Maka dari itu setiap tanggal 15 Januari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia juga sebagai upaya sosialisasi untuk mendukung anak-anak penderita kanker di seluruh dunia, untuk mengatasi risiko, pencegahan dan pengobatan kanker anak.

Lebih dari 300.000 anak di bawah usia 18 tahun didiagnosis menderita kanker setiap tahun di seluruh dunia. Menurut data dari Childhood Cancer International (CCI) 80% dari anak-anak ini tinggal di negara berkembang yang miskin, termasuk Indonesia, dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 20%. WHO telah menetapkan target angka kelangsungan hidup anak penderita kanker dapat mencapai 60% pada tahun 2030.

Memang, kanker yang rentan menyerang Anak tidak sepenuhnya sama dengan kanker yang menyerang orang dewasa. Jikalau jenis kanker prostat, kulit, payudara, paru-paru dan usus besar biasa diderita oleh orang dewasa yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Sedangkan jenis kanker pada darah, sistem limfatik, otot, saraf hingga ginjal cenderung menyerang pada anak yang disebabkan karena adanya mutase gen dalam tubuhnya. Di Hari Kanker Anak Sedunia ini, berikut jenis kanker yang rentan menyerang anak:


Limfoma

Merupakan kanker yang muncul dalam sistem getah bening, jaringan peredaran darah tubuh untuk menyaring kotoran. Kondisi ini terjadi pada amandel, timus, tulang usus kecil, limpa, atau pada kelenjar getah bening mana saja pada tubuh. Bahkan gangguan kesehatan ini dapat menyebar ke sistem saraf pusat dan sumsum tulang.

Leukemia

Kanker jaringan tubuh yang menyerang sel darah dan sumsum tulang. Ketika leukemia berkembang, tubuh membuat banyak sel darah putih abnormal yang tidak berfungsi dengan baik. Kanker menyerang sumsum tulang, menghasilkan sel darah putih berlebih, dan menginfeksi serta memar pada anak-anak.

Tumor Otak dan Sumsum Tulang Belakang

Tumor otak dan sumsum tulang belakang berada di urutan kedua hingga menyumbang 26% dari jenis kanker paling umum terjangkit pada anak. Kanker yang disebabkan karena adanya pertumbuhan yang abnormal pada saraf atau sel-sel dalam otak yang belum sempurna. Sel-sel yang tidak normal ini memberi pengaruh bagi otak dan sumsum tulang belakang hingga menimbulkan gangguan pada gerakan, pikiran, sensasi dan perilaku.

Mayoritas tumor otak pada anak dimulai di bagian bawah otak, seperti otak kecil dan batang otak. Tumor jenis ini biasa ditandai dengan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, pandangan kabur atau ganda atau pusing, kejang, sulit berjalan dan sulit memegang benda.

Retinoblastoma

Tumor mata ganas yang terjadi pada anak-anak dan memiliki pola herediter. Sekitar 40% anak-anak mengembangkan jenis kanker genetik ini, dan sel-sel di retina rentan terhadap tumor dan dapat muncul di kedua mata. 60% sisanya adalah tipe non-genetik yang hanya mempengaruhi satu mata.

Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker yang rentan terjangkit pada anak-anak. Penyakit ini pertama kali terbentuk ketika anak masih berupa embrio atau janin yang sedang berkembang. Jenis kanker ini paling mungkin terjadi pada bayi dan anak kecil, tetapi jarang terlihat pada anak di atas usia 10 tahun. Pertumbuhan sel kanker ini dapat terjadi pada jaringan saraf di sepanjang tulang belakang dekat leher, dada, atau perut. Sel-sel abnormal ini mempengaruhi fungsi area tubuh yang terkena dan menyebar ke area kulit, sumsum tulang, tulang, kelenjar getah bening, dan hati. Neuroblastoma juga bisa menimbulkan gejala berupa nyeri pada tulang dan demam.

Tumor Wilm’s

Kanker ginjal yang berkembang sangat pesat sering menyerang anak-anak usia 2 sampai 4 tahun dan berbeda dengan kanker ginjal orang dewasa. Penyakit ini sering menyebar ke paru-paru.


Anak adalah aset dan masa depan yang harus disayangi dan terlindung dari penyakit. Dengan imunitas tubuhnya yang belum terbentuk secara sempurna, hendaknya para orang tua menyadari bahwasanya anak usia dini pun bisa saja terpapar penyakit berbahaya. Download aplikasi IHC Telemed di App Store dan Google Play dan nikmati layanan konsultasi langsung dengan dokter IHC dimanapun dan kapanpun. IHC Telemed, sehat dalam genggaman.